Tri Pusat Pendidikan Sebagai Pondasi Peserta Didik
Dalam Dunia Pendidikan
Sebagaimana tertuang Dalam UU Pasal 3 Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional ( SISDIKNAS ) berbunyi bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

untuk dapat terwujudnya tujuan Pendidikan tersebut bagi setiap peserta didik tentu tidak terlepas dari Upaya dan peran tiga pusat pendidikan atau yang biasa kita kenal sebagai tiga komponen yang amat sangat mempengaruhi peserta didik, yaitu adanya peran dari keluarga, sekolah dan Masyarakat.
Peran Keluarga
Peran keluarga bagi perkembangan perilaku maupun karakter peserta didik amat sangatlah ditentukan dari bagaimana lingkungan keluarga mendidik seorang anak, bahkan terdapat sebuah ungkapan yang sangat Mendunia Bahwa
الأم مدرسة إذا أعددتَها أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق
" Al Ummu madrasatul ula, idza adadtaha adadta syaban thayyibal araq ”
dan Sebuah ungkapan Al Ummu Madrasatul Ula, Wal Abu Mudiiruha "
Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya dan Ayah adalah Kepala Sekolahnya. Apabila engkau mempersiapkannya (mendidik dengan baik), berarti engkau menciptakan generasi bangsa yang memiliki pondasi kuat.
Terdapat suatu kisah dimana seorang anak belajar dari yang diajarkan oleh kedua orang tua nya, Seorang anak yang senantiasa diajarkan oleh kedua orang tua nya untuk bersalaman mencium tangan kedua orang tua dan para tetangga dirumah nya Ketika hendak berangkat ke sekolah, seiring berjalan waktu hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan bagi sang anak dan terus dilakukan setiap hari Ketika hendak berangkat ke sekolah maka dengan hal itu pula kebiasaan tersebut berkembang menjadi nilai karakter yang ada didalam diri sang anak untuk senantiasa menghornmati dan mengamalkan nilai kebaikan yang diajarkan oleh kedua orang tua nya sejak dini sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang baik sampai sang anak tumbuh dewasa.
Baca Juga : Peran Ibu Sebagai Penerang Ilmu
Sebagaimana terdapat ungkapan terkenal yang amat sangat mendunia dari seorang pendidik dan ahli konseling keluarga, tak lain dan tak bukan yakni Dorothy Law Nolte, Ph.D, Beliau Mengungkapkan bahwa " Children Learn What They Live "
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia akan belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, dan persahabatan, Ia belajar menemukan cinta di dalam kehidupan.
Peran Sekolah.
Adapun selanjutnya adalah peran sekolah, dimana dalam hal ini adalah seorang guru Tentu perkembangan dan pertumbuhan peserta didik ataupun seorang anak juga ditentukan oleh bagaimana seorang guru mengajarkan dan mengimplementasikan tindakannya kepada peserta didik, maka terdapat sebuah ungkapan bahwa seorang guru ialah di gugu dan ditiru atau dicontoh dan teladani.
Tidak masalah seberapa cepat ataupun lambat seorang peserta didik dalam memahami pembelajaran, yang terpenting jangan sampai biarkan mereka berhenti untuk belajar. Karena guru terbaik adalah guru yang tidak pernah berhenti belajar dan mengajarkan ilmu nya.
Peran Masyarakat
serta yang terakhir adalah lingkungan Masyarakat, seorang peserta didik juga ditentukan bagaimana lingkungan masyarakatnya karena hal itupula yang akan menentukan bagaimana peserta didik itu dapat mengamalkan dan mengimplementasikan dirinya dengan segala Tindakan dan perbuatannya dimasyarakat, sehingga jika ketiga komponen tersebut dapat dimiliki dan ketiganya saling bersinergi maka diharapkan lahirnya para peserta didik yang baik dan berakhlakul karimah.
Baik Lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat adalah komponen yang sangat berpengaruh dan mempengaruhi mereka didalam berkembang, bertumbuh dan berproses. Oleh karena itu idealnya tiga lingkungan ini dapat saling berkontribusi dan bersinergi dalam mengawal menjaga Fitrah anak/peserta didik agar terus tumbuh dan berkembang Sampai Akhir hayat. Sesuai dengan konsep long life education, life long learning dan education for all.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar